1.
Pendahuluan [Kembali ke Sebelum-nya]
Pesatnya
perkembangan industri tekstil di Indonesia membawa dampak positif terhadap
sektor ekonomi, namun sekaligus menjadi salah satu penyumbang limbah cair
terbesar yang kompleks. Proses produksi tekstil—terutama pada tahap pencucian,
pewarnaan (dyeing), dan penyempurnaan (finishing)—menghasilkan
efluen yang kaya akan zat warna sintetis (seperti rumpun senyawa azo), padatan
tersuspensi (TSS), serta fluktuasi nilai derajat keasaman (pH) yang sangat
ekstrem (bisa sangat asam atau sangat basa). Jika limbah cair ini langsung
dibuang ke badan air tanpa pengolahan yang memadai, ekosistem perairan akan
rusak karena penetrasi sinar matahari terhambat oleh kekeruhan tinggi dan
struktur kimia air merusak kehidupan akuatik.
Untuk
mengatasi permasalahan tersebut secara preventif dan efisien, dirancang sebuah Sistem
Otomasi Kontrol Kualitas Air Limbah Industri Tekstil berbasis gerbang
logika digital kombinasional dan rangkaian pengkondisi sinyal analog (signal
conditioning). Sistem ini mengintegrasikan lima jenis detektor parameter
kritis: Sensor Kekeruhan (Turbidity Sensor) eksternal dan internal, pH
Meter elektrik, Water Level Sensor berbasis volume tangki, serta Magnetic
Reed Switch sebagai sensor posisi katup. Melalui pemrosesan parameter
analog yang diubah menjadi logika biner diskret oleh komparator LM741, seluruh
rangkaian aktuator seperti mesin filtrasi, pompa umpan balik (feedback pump),
pompa limbah utama, dan motor katup dapat dikoordinasikan secara otomatis,
aman, dan real-time untuk memenuhi ambang batas baku mutu lingkungan
yang ketat.
2.
Tujuan [Kembali ke Sebelum-nya]
- Menganalisis Karakteristik
Sensor Analog dan Digital:
Memahami prinsip transduksi dari sensor pH, sensor kekeruhan optis, water
level resistif, dan magnetic reed switch dalam mendeteksi
parameter fisis dan kimia air limbah di dalam simulator Proteus 8
Professional.
- Menguasai Perancangan
Pengkondisi Sinyal Analog:
Mempelajari implementasi IC Operational Amplifier (Op-Amp) LM741 dalam
konfigurasi Voltage Follower (Buffer), Komparator Non-Inverting
(Detektor), dan Non-Inverting Amplifier guna mengonversi level
tegangan sensor menjadi level logika biner ($0\text{ V}$ dan $5\text{
V}$).
- Menerapkan Sistem Logika
Kombinasional:
Mendesain interlok keamanan aktuator menggunakan kombinasi gerbang logika
dasar AND (IC 4081), OR (IC 7432/7132), dan NOT untuk mengeksekusi
algoritma kontrol berdasarkan multi-parameter sensor.
- Mengimplementasikan Sistem
Pencacah Digital (Counter):
Memahami integrasi IC Up/Down Counter 74LS192 dengan IC Decoder
BCD-to-Seven Segment 74LS47 untuk mencacah secara otomatis jumlah
kejadian kondisi darurat (foul/hazardous state) yang terjadi pada
sistem.
- Memvalidasi Kinerja Aktuator
Daya Tinggi:
Mempelajari skema pensaklaran beban induktif berupa Motor DC katup, pompa
elektrik, dan mesin filter melalui driver transistor NPN BC547 dan
komponen switching Elektromechanic Relay.
3. Alat
dan Bahan [Kembali ke Sebelum-nya]
A.
Komponen Input (Sensor & Kontrol Sinyal)
- pH Meter Sensor (Simulasi
Potensiometer & Modul):
Berfungsi mengukur konsentrasi ion hidrogen ($H^+$) dalam air. Nilai
keluaran sensor berupa tegangan analog linier rendah. Pada kondisi asam
ekstrem (pH < 6), sensor mengeluarkan tegangan di bawah $1\text{ V}$.
- Sensor Kekeruhan Air
(Turbidity Sensor 1 & 2):
Mengukur intensitas hamburan cahaya akibat partikel tersuspensi di dalam
air limbah dengan prinsip optis. Sensor 1 ditempatkan di bak input awal
untuk mengukur kekeruhan mentah, sedangkan Sensor 2 berada di bak output
akhir untuk verifikasi kejernihan. Tegangan tinggi (> 1.2V) menandakan
air sangat keruh.
- Water Level Sensor: Sensor resistif bertingkat
yang ditempatkan di dalam Tangki Utama (Water Tank). Menghasilkan
tegangan analog bertingkat proporsional terhadap volume air di dalam
tangki untuk mendeteksi kondisi kosong, setengah penuh, hingga penuh (overflow).
- IR Obstacle Sensor (Infrared
Sensor):
Menggunakan pasangan IR Transmitter dan IR Receiver untuk
mendeteksi batas ketinggian kritis cairan atau objek secara non-kontak
guna mengaktifkan sistem interlok tangki.
- Magnetic Reed Switch (Sensor
Magnet):
Sensor digital pasif yang mendeteksi kedekatan medan magnet. Ditempatkan
pada mekanisme fisik katup pembuangan untuk mendeteksi apakah katup sudah
terbuka sempurna secara mekanis.
B.
Komponen Proses (Pengolah Data & Logika)
- IC Operational Amplifier
LM741: IC
Op-Amp tunggal berdaya rendah dengan 8 pin. Berperan vital sebagai
komparator tegangan referensi dan penguat tegangan sensor yang sangat
kecil agar mencapai standar level TTL (Transistor-Transistor Logic).
- IC Gerbang Logika AND (IC 4081
/ 74LS08):
Mengandung empat gerbang AND dengan 2 input yang digunakan untuk memproses
kondisi pemenuhan multi-syarat (misal: Pompa aktif jika Tangki Penuh DAN
Air Asam).
- IC Gerbang Logika OR (IC 7432
/ 7132):
Digunakan untuk mengaktifkan sistem peringatan atau lampu indikator jika
salah satu dari beberapa kondisi darurat terpenuhi.
- IC Gerbang Logika NOT (IC
74LS04):
Berfungsi membalikkan logika (inverter) untuk keperluan sistem
interlok proteksi aktif.
- IC Counter 74LS192: IC Synchronous 4-Bit
Up/Down Counter berbasis biner BCD (Binary Coded Decimal)
dengan input Clear dan Load asinkron. Berfungsi menghitung
pulsa kedaruratan air asam.
- IC Decoder 74LS47: BCD-to-Seven Segment
Decoder/Driver dengan output Active-Low. Digunakan untuk
mengonversi kode biner 4-bit (QA, QB, QC, QD) dari IC 74LS192 menjadi
logika pensaklaran display Seven Segment Common Anode.
C.
Komponen Output (Aktuator & Indikator)
- Transistor NPN BC547: Berfungsi sebagai sakelar
elektronik digital. Memiliki arus kolektor kontinu maksimum $100\text{
mA}$ dengan tegangan breakdown $45\text{ V}$.
- Relay 5V/12V DC & Diode
1N4007: Relay
bertindak sebagai isolator rangkaian digital berdaya rendah dari rangkaian
aktuator berdaya tinggi. Diode 1N4007 dipasang paralel-terbalik (freewheeling
diode) pada koil relay untuk memproteksi transistor dari tegangan paku
induksi elektromagnetik (back-EMF).
- Pompa Limbah Utama & Pompa
Feedback:
Motor pompa elektrik untuk memindahkan fluida air limbah antar tangki
filtrasi dan netralisasi.
- Motor Katup Air (Valve Motor): Motor DC dengan sistem gearbox
untuk menggerakkan piringan katup buka-tutup pipa pembuangan akhir.
- Mesin Penyaring Air (Filtrasi
Mekanis):
Sistem aktuator filter pengendapan untuk menyaring zat pewarna dan lumpur
tersuspensi.
- Seven Segment Display (Common
Anode):
Penampil angka desimal visual untuk memonitor data counter jumlah darurat
secara real-time.
- LED Indikator (LED-BIRY &
LED-BLUE):
Lampu penanda visual status sistem, termasuk lampu indikator tangki penuh
dan status bahaya keasaman.
4.
Dasar Teori [Kembali ke Sebelum-nya]
Rangkaian
Pengkondisi Sinyal Analog (Op-Amp)
Parameter
fisis cairan (pH dan kekeruhan) ditangkap oleh sensor dalam bentuk tegangan
kontinu. Untuk menjembatani dunia analog ini ke sistem digital biner, digunakan
IC Op-Amp LM741 melalui tiga konfigurasi matematis utama:
- Voltage Follower (Buffer):
Op-Amp
dikonfigurasi dengan umpan balik negatif langsung dari pin output ke pin
inverting (-). Karakteristik konfigurasi ini memiliki impedansi input bernilai
sangat tinggi ($R_{in} \rightarrow \infty$) dan impedansi output sangat rendah
($R_{out} \rightarrow 0$). Persamaannya:
$$V_{out}
= V_{in}$$
Rangkaian
ini berfungsi mengisolasi sensor agar tegangannya tidak drop saat dibaca oleh
blok digital.
- Detektor Non-Inverting
(Komparator):
Op-Amp
bekerja secara open-loop (tanpa umpan balik) dengan nilai penguatan
diferensial ($A_{ol}$) mencapai $200.000$. Tegangan sensor ($V_{in}$)
dihubungkan ke input non-inverting (+), sedangkan tegangan acuan batas
aman ($V_{ref}$) diatur menggunakan potensiometer pembagi tegangan pada input inverting
(-).
Rumus
operasionalnya adalah:
$$V_{out}
= A_{ol} \times (V_{in} - V_{ref})$$
- Jika $V_{in} > V_{ref}$,
maka nilai $(V_{in} - V_{ref})$ bernilai positif, menyebabkan output
Op-Amp mengalami saturasi positif penuh mendekati $V_{CC}$ ($+5\text{ V}$
/ Logika 1).
- Jika $V_{in} < V_{ref}$,
maka $(V_{in} - V_{ref})$ bernilai negatif, menyebabkan output mengalami
saturasi negatif penuh mendekati $V_{EE}$ ($0\text{ V}$ / Logika 0).
- Non-Inverting Amplifier
(Penguat Tegangan):
Digunakan
untuk menguatkan output sensor air yang terlampau lemah agar masuk ke rentang
kerja komparator digital. Tegangan input dimasukkan ke kaki (+), dengan
kombinasi resistor umpan balik $R_{13}$ dan resistor ground $R_{14}$
pada kaki (-). Rumus penguatannya:
$$V_{out}
= V_{in} \left(1 + \frac{R_{13}}{R_{14}}\right)$$
Berdasarkan
visualisasi rumus skema Proteus Kelompok 16: $V_{out} = 5 \times (1 +
\frac{10}{50}) \rightarrow V_{out} = 6\text{ V}$ (tersaturasi sesuai batas rel
tegangan kerja).
Teori
Dasar Transistor sebagai Sakelar (Switching)
Transistor
NPN BC547 dikendalikan oleh arus basis ($I_B$) yang berasal dari output gerbang
logika atau Op-Amp melalui resistor pembatas $R_B$.
- Kondisi Cut-Off (Sakelar
Terbuka):
Ketika $V_{in} < 0.7\text{ V}$, arus basis $I_B = 0$. Akibatnya, arus
kolektor $I_C = 0$ dan transistor bertindak seperti sakelar terbuka.
Tegangan $V_{CE} = V_{CC}$, sehingga tidak ada arus yang mengalir ke koil
relay.
- Kondisi Saturasi (Sakelar
Tertutup):
Ketika $V_{in}$ bernilai HIGH ($5\text{ V}$), arus basis mengalir sebesar:
$$I_B =
\frac{V_{in} - V_{BE}}{R_B}$$
Arus basis
yang cukup besar akan memaksa transistor beroperasi di zona saturasi, di mana
arus kolektor mencapai nilai maksimumnya yang dibatasi beban:
$$I_{C(\text{sat})}
= \frac{V_{CC} - V_{CE(\text{sat})}}{R_{\text{coil}}}$$
Pada
kondisi ini, $V_{CE(\text{sat})} \approx 0.2\text{ V}$ (sangat kecil), sehingga
transistor bertindak seperti sakelar tertutup yang menghubungkan terminal bawah
koil relay ke ground, membuat relay aktif.
5.
Example (Skenario Operasional) [Kembali ke Sebelum-nya]
- Example 1: Kondisi Kekeruhan
Input Tinggi (Proses Awal)
- Kondisi: Air limbah mentah yang masuk
ke Bak Penampung memiliki kadar kekeruhan > 75%, menghasilkan tegangan
output Sensor Kekeruhan 1 sebesar $1.5\text{ V}$.
- Proses: Tegangan masuk ke kaki (+)
Komparator U13. Karena $1.5\text{ V} > V_{ref} (1.2\text{ V})$, output
Op-Amp melesat naik menjadi $+5\text{ V}$ (HIGH). Arus mengalir ke basis
transistor BC547, transistor mengalami saturasi, menarik kontak sakelar
Relay 1.
- Hasil: Mesin Penyaring Air
secara otomatis AKTIF melakukan filtrasi mekanis, dan LED indikator
kekeruhan menyala merah.
- Example 2: Kondisi Air Asam
& Proteksi Tangki (Proses Netralisasi)
- Kondisi: Sensor pH membaca nilai
derajat keasaman di bawah 6 (kondisi asam pekat), mengubah output sensor
menjadi $< 1\text{ V}$. Di saat bersamaan, Sensor level mendeteksi
Tangki 2 dalam kondisi Penuh.
- Proses: Rangkaian komparator
mendeteksi penurunan tegangan ini dan mengeluarkan logika HIGH darurat
asam. Sinyal ini bersama dengan sinyal HIGH dari sensor tangki penuh
masuk ke gerbang AND (IC 4081). Output gerbang AND berlogika 1 (HIGH) dan
memicu transistor sakelar Pompa Feedback.
- Hasil: Pompa Feedback AKTIF
mengalirkan kembali (re-circulate) air limbah asam tersebut menuju
Tangki Reaksi Larutan Basa (Tangki 4) untuk proses netralisasi zat kimia
secara otomatis.
- Example 3: Akumulasi Kejadian
Darurat (Monitoring Sistem)
- Kondisi: Karakteristik limbah
fluktuatif menyebabkan air berstatus asam berulang kali hingga menyentuh
siklus ke-5.
- Proses: Setiap kali komparator pH
mendeteksi transisi dari kondisi normal ke kondisi asam, tepi naik sinyal
(rising edge) bertindak sebagai pulsa clock masuk ke pin Up
IC Counter 74LS192. Nilai counter biner naik dari 0100 (4) menjadi 0101
(5). Output dikonversi oleh Decoder 74LS47.
- Hasil: Display Seven Segment
menampilkan angka desimal "5" secara akurat, dan LED
Indikator Darurat Asam menyala mantap sebagai penanda visual bagi
operator pabrik.
- Example 4: Validasi Kelayakan
Buang Akhir (Output Akhir)
- Kondisi: Air limbah pasca netralisasi
dan filtrasi sekunder mencapai parameter aman: pH netral (7-8) dan Sensor
Kekeruhan 2 mendeteksi kadar kekeruhan sangat rendah (< 10%).
- Proses: Melalui evaluasi gerbang
logika kombinasional akhir, seluruh parameter bernilai aman (HIGH
memenuhi syarat kelayakan lingkungan). Output dialirkan ke rangkaian
driver motor katup.
- Hasil: Motor Katup Air AKTIF
berputar membuka saluran pipa, membuang air hasil olahan jernih ke
saluran eksternal. Sesaat setelah terbuka penuh, Sensor Magnetik
mendeteksi logam katup dan mematikan motor katup agar tidak mengalami over-rotation.
6.
Problem (Analisis Masalah Sistem) [Kembali ke Sebelum-nya]
Problem
1: Kegagalan Logika Pensaklaran Pompa Umpan Balik (Feedback Pump)
- Kasus: Pada saat dilakukan pengujian
alat, Sensor pH menunjukkan nilai asam kuat (pH = 4) dan sensor tinggi air
mendeteksi Tangki 2 telah penuh. Secara teoritis, Pompa Feedback harus
menyala untuk mengalirkan air ke Tangki Reaksi Larutan Basa. Namun dalam
simulasi, Pompa Feedback tetap mati (OFF).
- Analisis & Solusi
Rangkaian:
- Pemeriksaan Tegangan
Komparator:
Ukur tegangan pada output Op-Amp pH Meter. Jika tegangan bernilai
mendekati $0\text{ V}$, periksa parameter Potensiometer pembagi tegangan
referensi ($V_{ref}$). Nilai $V_{ref}$ pada input inverting
kemungkinan disetel terlalu rendah atau terjadi kesalahan pemasangan
polaritas kaki input (+ dan -) Op-Amp (terbalik menjadi komparator inverting).
- Analisis Gerbang AND (IC
4081): Jika
kedua input gerbang AND terukur HIGH ($5\text{ V}$) tetapi outputnya
tetap LOW ($0\text{ V}$), maka IC 4081 mengalami kerusakan internal atau
terjadi short-circuit jalur output ke ground pada layout
PCB/skema Proteus.
- Analisis Driver Transistor: Jika output gerbang AND
bernilai HIGH ($5\text{ V}$) namun transistor tetap mati, periksa nilai
resistor basis ($R_B$). Jika nilai $R_B$ terlampau besar (misal $>
100\text{ k}\Omega$), arus basis ($I_B$) tidak akan mencapai syarat
saturasi transistor:
$$I_B <
\frac{I_C}{\beta}$$
Ganti
resistor basis menggunakan nilai optimal antara $1\text{ k}\Omega$ hingga
$4.7\text{ k}\Omega$ untuk menjamin transistor BC547 saturasi penuh ($V_{CE}
\approx 0.2\text{ V}$).
7. Soal
Latihan [Kembali ke Sebelum-nya]
Soal 1
(Pilihan Ganda)
Perhatikan
skema rangkaian pengkondisi sinyal pada gambar Proteus Kelompok 16. Jika sebuah
sensor air dihubungkan ke rangkaian Op-Amp LM741 dengan konfigurasi di mana pin
output dihubungkan langsung ke kaki input Inverting (pin 2), sedangkan
sinyal sensor masuk ke kaki Non-Inverting (pin 3), maka rangkaian
tersebut berfungsi sebagai...
A.
Komparator Terbuka
B. Penguat
Pembalik (Inverting Amplifier)
C. Pembagi
Tegangan Aktif
D.
Penyangga Tegangan (Voltage Follower / Buffer)
Jawaban: D. Penyangga Tegangan (Voltage
Follower / Buffer)
Pembahasan: Konfigurasi umpan balik negatif
bernilai satuan ($1$) tanpa resistor tambahan ini menghasilkan penguatan
tegangan sebesar $A_v = 1$, yang berfungsi sebagai buffer impedansi tinggi
untuk menstabilkan sinyal keluaran sensor tanpa mengubah nilai tegangannya.
Soal 2
(Pilihan Ganda)
Pada blok
rangkaian monitoring counter efluen asam, IC Decoder 74LS47 menerima input
biner kombinasi DCBA = 0110 dari IC Counter 74LS192. Angka desimal berapakah
yang akan menyala pada display Seven Segment jenis Common Anode?
A. 3
B. 5
C. 6
D. 9
Jawaban: C. 6
Pembahasan: Nilai biner 0110 dalam sistem
desimal dikonversikan sebagai:
$$\text{Desimal}
= (0 \times 2^3) + (1 \times 2^2) + (1 \times 2^1) + (0 \times 2^0) = 0 + 4 + 2
+ 0 = 6$$
IC 74LS47
akan mengaktifkan kombinasi pin segmen active-low (segmen a, c, d, e, f,
g bernilai 0; segmen b bernilai 1) sehingga display membentuk visualisasi angka
6 desimal.
8.
Percobaan [Kembali ke Sebelum-nya]
A.
Prosedur Pelaksanaan Simulasi
- Jalankan perangkat lunak Proteus
8 Professional melalui komputer, klik menu File -> Open
Project, lalu arahkan ke berkas proyek bernama TB KONTROL KUALITAS AIR
LIMBAH FIX KEL 16.pdsprj.
- Pastikan seluruh komponen
utama telah termuat di panel Component Side-Bar seperti IC LM741,
74LS192, 74LS47, 4081, 7432, Transistor BC547, Relay 2P, dan perangkat
aktuator motor.
- Lakukan inspeksi visual ke
seluruh jalur bus data digital dan interkoneksi analog, pastikan tidak ada
garis penghubung yang berwarna abu-abu (status mengambang/floating/undefined
state).
- Klik tombol ikon Play (Run
Simulation) yang berada di pojok kiri bawah jendela Proteus untuk
memulai eksekusi rangkaian secara interaktif dan real-time.
- Lakukan pengujian sektoral
dengan mengubah nilai parameter input analog (mengklik tombol panah pada
komponen POT-HG yang mensimulasikan sensor pH dan sensor kekeruhan), lalu
amati respon perubahan kondisi mekanis sakelar relay, nyala LED indikator,
dan pergerakan rotasi Motor DC katup pembuangan.
B.
Rangkaian Simulasi dan Analisis Prinsip Kerja Sektoral
+---------------------------------------------------------------------------------+
| DIAGRAM ALIR
SISTEM |
+---------------------------------------------------------------------------------+
|
|
| [Bak Penampung Input] ----> (Sensor
Kekeruhan 1) ---> [Komparator Op-Amp]
|
|
| |
|
v |
|
[Mesin Filter AKTIF] |
|
|
| [Tangki Pemrosesan] ----> (Sensor pH Cairan) ---> [Komparator Op-Amp] |
|
| |
|
v |
|
[IC Up Counter 74LS192] |
|
| |
|
v |
|
[Display Seven Segment] |
|
|
| [Kondisi Akhir Aman] ----> (pH Netral & Jernih) --->
[Gerbang AND Kombinasi] |
|
| |
|
v |
|
[Motor Katup Buka Saluran] |
+---------------------------------------------------------------------------------+
Skema
otomasi kelompoki 16 beroperasi dengan membagi tugas kedalam 4 sektor kendali
elektronik yang saling terhubung:
- Sektor Filter Mekanis Awal: Air limbah mentah masuk ke
dalam bak penampung awal yang dipantau langsung oleh Sensor Kekeruhan 1.
Nilai resistansi sensor turun saat air keruh, menaikkan tegangan masukan
ke pin non-inverting (+) Op-Amp LM741. Output Op-Amp mengalami saturasi
positif ($5\text{ V}$), mengalirkan arus bias menuju basis transistor
BC547 lewat resistor pembatas. Transistor masuk ke wilayah kerja saturasi,
menarik koil mekanis dari Relay 1 ke posisi Normally Open
(NO). Arus jala-jala mengalir dan mengaktifkan Mesin Penyaring Air
untuk mereduksi material lumpur dan pewarna kain secara kontinyu.
- Sektor Pemantauan Kadar Kimia
(pH): Cairan
pasca-filtrasi dialirkan ke tangki sekunder untuk diperiksa oleh Sensor
pH. Apabila air limbah bersifat asam (pH < 6), tegangan sensor
turun drastis di bawah ambang acuan komparator. Hal ini memicu sinyal
keluaran HIGH darurat asam. Setiap kali sinyal berubah status menjadi
HIGH, pulsa tegangan masuk menuju pin input clock-up komponen IC
Counter 74LS192, yang menaikkan pencacahan angka biner desimal. Output
biner disalurkan menuju pin input kaki IC Decoder 74LS47 untuk
diubah menjadi format visualisasi numerik pada layar Seven Segment
Display untuk mencatat rekam jejak frekuensi limbah berbahaya.
- Sektor Sirkulasi Umpan Balik
(Feedback Pompa):
Jika air di dalam Tangki 2 terdeteksi masih bersifat asam pekat dan di
saat bersamaan sensor tingkat air (Water Level) mengirimkan logika
HIGH yang menyatakan tangki penuh, maka kedua kondisi HIGH tersebut akan
diproses oleh Gerbang Logika AND (IC 4081). Output gerbang AND
bernilai HIGH mendrive rangkaian relay sekunder untuk menyalakan Pompa
Feedback. Air limbah yang belum memenuhi standar mutu akan dipompa
balik ke Tangki 4 untuk dicampur larutan basa penetral hingga mencapai
batas pH aman (6-8).
- Sektor Pembuangan Akhir Aman: Ketika air limbah telah
melalui siklus netralisasi lengkap, Sensor Kekeruhan 2
mengonfirmasi kejernihan air bersih (kekeruhan < 10%) dan sensor pH
mendeteksi status aman. Kondisi tersebut memicu Gerbang Logika
Kombinasional Utama mengeluarkan sinyal perintah kerja (HIGH) ke
rangkaian sakelar akhir. Motor Katup Air berputar membuka pipa
pembuangan akhir untuk mengalirkan air olahan yang aman ke lingkungan
bebas. Saat katup bergeser ke posisi terbuka maksimal, Sensor Magnet
(Magnetic Reed Switch) terpicu oleh magnet permanen pada katup,
mengirimkan sinyal pemutus otomatis agar motor katup berhenti berputar
demi efisiensi energi.
9. Link
Download [Kembali ke Sebelum-nya]
- Download File Rangkaian
Simulasi Proteus [Disini]
- Download Video [Disini]
- Datasheet Resmi IC Operational
Amplifier LM741 Texas Instruments [Disini]
- Datasheet Resmi IC Presettable
BCD Up/Down Counter SN74LS192 [Disini]
- Datasheet Resmi IC
BCD-to-Seven-Segment Decoder Driver SN74LS47 [Disini]
- Datasheet Resmi IC CMOS Quad
2-Input AND Gate CD4081B [Disini]
- Datasheet Resmi IC CMOS Quad
2-Input OR Gate CD4071B / 74LS32 [Disini]
- Datasheet Resmi Transistor NPN
General Purpose Switching BC547 [Disini]
- Datasheet LM35 [Disini]
- Datasheet IR1 Obstacle [Disini]
- Datasheet pH meter [Disini]
- Datasheet Reed 1 Magnetic Switch [Disini]
Comments
Post a Comment