1. Rangkaian RC seri terdiri dari resistor (R) dan kapasitor (C) yang dihubungkan secara seri
2. Rangkaian ini dihubungkan ke sumber tegangan AC
3. Resistor dan kapasitor dalam rangkaian RC seri bekerja sama untuk meminimalisir efek bolak-balik (ripple) yang terjadi pada arus AC
4. Resistor mengurangi tegangan AC yang terjadi pada kapasitor, sementara kapasitor menyimpan energi listrik yang dihasilkan oleh tegangan AC
2. RLC Seri :
Prinsip Kerja :
1. Rangkaian RLC seri terdiri dari resistor (R), induktor (L), dan kapasitor (C) yang dihubungkan secara seri
2. Rangkaian ini dihubungkan ke sumber tegangan AC
3. Resistor, induktor, dan kapasitor dalam rangkaian RLC seri bekerja sama untuk meminimalisir efek bolak-balik yang terjadi pada arus AC
4. Resistor mengurangi tegangan AC yang terjadi pada induktor dan kapasitor, sementara induktor dan kapasitor menyimpan energi listrik yang dihasilkan oleh tegangan AC
3. RLC Paralel :
Prinsip Kerja :
1. Rangkaian RLC paralel terdiri dari resistor (R), induktor (L), dan kapasitor (C) yang dihubungkan secara paralel
2. Rangkaian ini dihubungkan ke sumber tegangan AC
3. Resistor, induktor, dan kapasitor dalam rangkaian RLC paralel bekerja sama untuk meminimalisir efek bolak-balik yang terjadi pada arus AC
4. Resistor, induktor, dan kapasitor mempengaruhi arus yang mengalir melalui rangkaian ini.
1. Analisa pengaruh R, L, dan C terhadap sudut fasa !
Jawab :
- Resistor (R):
Tidak menyebabkan pergeseran fasa. Tegangan dan arus sefase (∠ϕ = 0°).
- Induktor (L):
Arus tertinggal terhadap tegangan. Menyebabkan sudut fasa positif (∠ϕ > 0°).
Semakin besar L, semakin besar sudut fasa.
- Kapasitor (C):
Arus mendahului tegangan. Menyebabkan sudut fasa negatif (∠ϕ < 0°).
Semakin besar C, semakin besar sudut fasa negatif.
2. Analisa Impedansi pada Rangkaian RC Seri!
Jawab :
Dalam rangkaian RC Seri, selain hambatan dari resistor, kapasitor juga memberi hambatan terhadap arus AC, yang disebut reaktansi kapasitif (Xₙ). Nilainya dihitung dengan rumus:
Semakin tinggi frekuensi (f) atau nilai kapasitor (C), maka Xₙ semakin kecil. Pengaruh Komponen:
Jika frekuensi naik → turun → Z mengecil
Jika kapasitor diperbesar → turun → Z mengecil
Jika resistor diperbesar → Z membesar
3. Analisa Impedansi pada Rangkaian RLC Seri
Jawab :
Impedansi RLC seri dipengaruhi oleh selisih reaktansi induktif (XL) dan kapasitif (XC). Saat XL = XC (resonansi), impedansi minimum. Sudut fasa menunjukkan apakah rangkaian lebih bersifat induktif (XL > XC) atau kapasitif (XL < XC).
4. Analisa Impedansi pada Rangkaian RLC Paralel
Jawab :
Impedansi RLC paralel dihitung dari admitansi total. Pada resonansi (XL = XC), impedansi maksimum dan arus total minimum, meski arus cabang besar. Sudut fasa menunjukkan dominasi induktor (arus tertinggal) atau kapasitor (arus mendahului).
Bahan Presentasi Untuk Mata Kuliah Elektronika 2025 Disusun Oleh: Muhammad Naufal Devendra NIM : 2410952055 Dosen Pengampu : Dr. Darwison, M.T. Rizki Wahyu Pratama, S.T, M.T. Referensi : a. Darwison, 2010, ”TEORI, SIMULASI DAN APLIKASI ELEKTRONIKA ”, Jilid 1, ISBN: 978-602-9081-10-7, CV Ferila, Padang b. Darwison, 2010, ”TEORI, SIMULASI DAN APLIKASI ELEKTRONIKA ”,Jilid 2, ISBN: 978-602-9081-10-8, CV Ferila, Padang c. Robert L. Boylestad and Louis Nashelsky, Electronic Devices and Circuit Theory, Pearson, 2013 d. Jimmie J. Cathey, Theory and Problems of Electronic Device and Circuit, McGraw Hill, 2002. e. Keith Brindley, Starting Electronics, Newness 3rd Edition, 2005 f. Ian R. Sinclair and John Dunton, Practical Electronics Handbook, Newness, 2007. g. John M. Hughes, Practical Electronics: Components and Techniques, O’Reilly Media, 2016.
Comments
Post a Comment