1. Jurnal [Kembali]

Jurnal Praktikum Pengukuran Besaran Listrik dan Rangkaian Listrik

Osiloscope dan Pengukuran Daya

Nama                         : Muhammad Naufal Devendra

NIM                           : 2410952055

Tanggal Praktikum    : 25 Maret 2025

Asisten                       : Luthfiani Afifah

                                     Fahmi Sunardi

  1. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik


Tegangan DC

Amplitudo Vpp

Perioda

Frekuensi

54 --

Tegangan AC

Amplitudo Vpp

Perioda

Frekuensi

541 ms1 KHz



  1.  Membandingkan Frekuensi


Jenis

Gelombang

Frekuensi Oscilloscope

Frekuensi Function Generator

Sinusoidal

1,001 KHz1 KHz

Gergaji

1,003 KHz1 KHz

Pulse

1 KHz1 KHz



  1. Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous

erbandingan Frekuensi

Frekuensi Generator A

(fy)

Frekuensi Generator B

(fx)

Gambar Lissajous

1 : 1

1 kHz

1 kHz

 

1 : 2

1 kHz

2 kHz

 

2 : 1

2 kHz

1 kHz

 

1 : 3

1 kHz

3 kHz

 

3 : 1

3 kHz

1 kHz

 

2 : 3

2 kHz

3 kHz

 

3 : 2

3 kHz

2 kHz

 


4.Pengukuran Daya Beban Lampu Seri

Beban

Daya Terukur

V total

I total

Daya Terhitung

1 Lampu

0,75 W2,51 V0,31 A0,778 W

2 Lampu

1,5 W5,08 V0,31 A1,574 W

3 Lampu

2,25 W7,54 V0,31 A2,337 W



  1. Pengukuran Daya Beban Lampu Parallel


Beban

Daya Terukur

V total

I total

Daya Terhitung

1 Lampu

0,75 W2,51 V0,31 A0,777 W

2 Lampu

1,5 W5,08 V0,31 A1,504 W

3 Lampu

2,25 W7,54 V0,31 A2,257 W

2. Prinsip Kerja [Kembali]

Pengukuran Oscilloscope

1. Kalibrasi oscilloscope

a)     a.Hidupkan oscilloscope dan tunggu beberapa saat sampai pada layar akan muncul berkas elektron

b)     b.Atur posisi sinyal pada layar sehingga terletak di tengah-tengah

c)     c.Hubungkan input kanal A dengan terminal kalibrasi yang ada pada oscilloscope

d)     d.Amati bentuk gelombang dan tinggi amplitudonya.

 

2. Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak-Balik

Susun rangkaian seperti gambar berikut :

·       Tegangan Searah

a)     a.Atur output power supply sebesar 4 Volt

b)     b.Hubungkan input kanal B oscilloscope dengan output power supply

c)     c.Atur saklar oscilloscope pada DC, bacalah dan amati berapa tegangan yang diukur oleh oscilloscope

 

·       Tegangan Bolak Balik

a)     a.Atur generator sinyal pada frekuensi 1 kHz gelombang sinusoidal, dengan besar tegangan 4 Vp-p

b)     b.Kemudian ukur dan amati tegangan ini dengan oscilloscope

 

3. Mengukur dan Mengamati Frequency

a)     Susun rangkaian seperti gambar berikut :

b)     a.Hubungkan output dari function generator dengan input kanal A oscilloscope. Saklar fungsi dari function generator pada posisi sinusoidal

c)     b.Amati bentuk gelombang yang muncul pada layar, kemudian ukurlah frekuensinya. Catat penunjukan frekuensi dari function generator

d)     c.Bandingkan hasil pengukuran frekuensi dengan oscilloscope dengan frekuensi yang ditunjukan oleh function generator

e)    d. Ulangi langkah b dan c untuk gelombang gigi gergaji (segitiga) dan gelombang pulsa

 

4. Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous

a)     Susun rangkaian seperti gambar berikut :

b)     a.Atur selektor time base oscilloscope pada posisi XY dan saklar pemilih kanal pada posisi A dan sinkronisasi pada posisi B

c)    b. Hubungkan sinyal dengan frekuensi yang tidak diketahui pada input A dan sinyal dengan frekuensi yang dapat dibaca pada input B

d)     c.Atur frekuensisinyal pada kanal A,sehingga diperoleh gambarsepertisalah satu dari gambar 2.1. Kemudian amati berapa perbandingan frekuensinya. Bacalah penunjukan frekuensi generator

e)     d.Ulangi langkah b dan c untuk frekuensi yang lain dan catat hasilnya dalam bentuk gambar gelombang Lissajous

f)      e.Atur perbandingan X:Y pada 1:1, 1:2, 1:3, 2:1, 2:3, 3:1, 3:2

 

Pengukuran Daya

5. Mengukur Daya Satu Fasa

a)     a.Buat rangkaian seperti Gambar diatas dengan sumber AC dan beban 25 watt

b)     b.Ukur daya yang terbaca pada wattmeter

c)     c.Ulangi untuk beban yang berbeda-beda sesuai dengan Tabel

d)     d.Catat penunjukan dari wattmeter

3. Video Percobaan [Kembali]


Mengukur dan Mengamati Tegangan Searah dan Tegangan Bolak Balik


Mengukur dan Mengamati Frekuensi


Membandingkan Frekuensi dengan Cara Lissajous


Pengukuran Daya Beban Lampu Seri


Pengukuran Daya Beban Lampu Paralel

4. Analisa[Kembali]

1. Mengapa perlu dilakukan kalibrasi sebelum osiloskop digunakan?
Jawab :
Kalibrasi osiloskop penting untuk dilakukan sebelum digunakan, karena memastikan akurasi pengukuran, menjaga kualitas data, mencegah kerusakan perangkat, memenuhi standar, memaksimalkan kinerja, dan memperpanjang umur pakai alat.

2. Jelaskan Perbedaan Tegangan AC dan DC pada Oscilloscop Berdasarkan Amplitudo, Frekuensi dan Perioda.
Jawab :

Jenis

DC

AC

 

Amplitudo

 

Konstan, ditampilkan sebagai garis horizontal dengan nilai tetap.

Berubah secara periodik, ditampilkan sebagai gelombang. Diukur sebagai puncak atau puncak-ke-puncak.

 

Frekuensi

 

0 Hz, karena tidak ada perubahan periodik.

Memiliki nilai tertentu, diukur dalam Hertz (Hz), menunjukkan jumlah siklus per detik.

 

Perioda

 

Tidak terdefinisi atau dianggap tak terhingga, karena tidak ada siklus.

 

Memiliki nilai tertentu, diukur dalam detik (s), menunjukkan durasi satu siklus.



3. Jelaskan Macam-macam Bentuk Gelombang Berdasarkan Generator Fungsi dan Frekuensi
Jawab :
A. Gelombang Sinsuoidal
  • Bentuknya halus dan berosilasi periodik seperti kurva sinus.
  • Sering digunakan sebagai sinyal referensi atau untuk menguji respons linear suatu sistem.
  • Contoh aplikasi: Pengujian audio, pengukuran harmonik
  • B. Gelombang Kotak (Square Wave):
  • Memiliki dua tingkat amplitudo konstan (tinggi dan rendah) yang bergantian secara periodik.
  • Kaya akan harmonik ganjil.
  • Digunakan untuk menguji respons transien, rangkaian digital, atau sebagai sinyal clock.
  • Contoh aplikasi: Pengujian amplifier, rangkaian logika.
  • C. Gelombang Segitiga (Triangle Wave)
    •    Amplitudo naik dan turun secara linear, membentuk pola segitiga berulang.
    •    Mengandung harmonik ganjil, namun amplitudonya menurun lebih cepat dari gelombang kotak.
    •    Digunakan dalam aplikasi audio, sintesis musik, atau yang memerlukan perubahan linear.
    •    Contoh aplikasi: Pengujian audio (distorsi), modulasi.
    D. Gelombang Gigi Gergaji (Sawtooth Wave):
  • Amplitudo naik (atau turun) secara linear, lalu turun (atau naik) secara tajam.
  • Kaya akan harmonik genap dan ganjil.
  • Digunakan dalam aplikasi scanning, pembangkit waktu, atau sintesis musik.
  • Contoh aplikasi: Basis waktu osiloskop analog, sintesis suara.

  • 4.Bandingkan Nilai Daya yang Terukur dan nilai Daya Terhitung pada Pengukuran Daya Beban Lampu Seri
    Jawab :
    Pada praktikum ini, kesesuaian antara daya terukur dan daya terhitung sangat baik, ditunjukkan oleh selisih yang minimal, yaitu sekitar 0.02-0.08 W. Perbedaan sekecil ini menunjukkan hasil yang sangat mirip.

    5. Bandingkan Nilai Daya yang Terukur dan Nilai Daya Terhitung pada Pengukuran Daya Beban Lampu Paralel.
    Jawab :
    Pada praktikum ini, hasil pengukuran daya terukur dan daya terhitung menunjukkan kesamaan yang signifikan. Terdapat sedikit perbedaan hanya pada pengukuran dengan beban 1 lampu, yaitu sekitar 0.027 W, yang merupakan nilai yang sangat kecil.

    5. Download File[Kembali]

    Laporan Akhir [Klik Disini]

    Video Percobaan [Klik Disini]


    Comments

    Popular posts from this blog